ART-026 Pemetaan Proses 12/19/2009
Pemetaan proses bisnis mengacu pada aktivitas-aktivitas yang terlibat dalam menggambarkan apa-apa saja yang dilakukan suatu entitas bisnis, siapa saja yang bertanggung jawab, terhadap standar apa suatu proses seharusnya dilengkapi dan bagaimana keberhasilan dari tiap proses bisnis dapat ditentukan. Sekali ini selesai dilakukan, maka tidak akan ada ketidakpastian seperti yang dipersyaratkan oleh setiap proses bisnis internal. Langkah awal dalam mengendalikan organisasi adalah mengetahui dan memahami secara tepat proses-proses dasar (Deming, 1982; Juran, 1988; Taylor, 1911). Metode awal untuk dokumentasi aliran proses, bagan alir proses, diperkenalkan oleh Frank Gilbreth dihadapan para anggota ASME pada tahun 1921 melalui paparannya yang berjudul “Process Charts—First Steps in Finding the One Best Way”. Awal tahun 1930-an, seorang insinyur teknik industri, Allan H. Mogensen memulai kelas pelatihan mengenai penggunaan perangkat-perangkat rekayasa industri, seperti bagan alir proses, kepada para pebisnis di New York. Seseorang lulusan tahun 1944 dari kelas pelatihan tersebut, Art Spinanger, menerapkan perangkat-perangkat tersebut pada Procter and Gamble dimana dia mengembangkan DMCP (Deliberate Methods Change Program). Lulusan tahun 1944 lainnya, Ben S. Graham, Direktur Formcraft Engineering pada Standard Register Corporation, menyesuaiakan bagan alir proses untuk pemrosesan informasi dan dokumen. Pada tahun 1947, ASME mengadopsi sekumpulan simbol yang diturunkan dari konsep kerja Gilbreth sebagai standar ASME Standard untuk bagan alir proses. Dengan pemetaan, kita bisa mendapatkan gambaran dari aliran proses-proses, dimana gambaran tersebut memudahkan kita melihat keterkaitan antara masukan dan keluaran dengan proses-proses lainnya. Dengan menghubungkan seluruh peta proses tersebut, kita dapat memverifikasi setiap aliran proses secara tepat dan akurat dalam kaitannya dengan sistem keseluruhan. Hal ini juga akan memudahkan proses audit. Jadi dengan memetakan proses, kita akan memperoleh hal-hal berikut: Memahami proses dan/atau sistem yang sedang berlangsung beserta tahapan-tahapan kuncinya, Membandingkan proses dan/atau sistem yang ideal dengan aktualnya, Meningkatkan peluang-peluang meningkatkan kinerja proses, dan Mendokumentasikan proses-proses. Pemetaan proses biasanya menggunakan bagan alir (flow chart). Ada 2 (dua) tipe bagan alir, Bagan Alir Prosedur – digunakan untuk memetakan aliran data atau dokumen, dan Bagan Alir Proses – digunakan untuk memetakan urutan dan interaksi langkah dan aktivitas kerja yang berkaitan. Rs/MIN Add Comment ART-025 Proses dan Sistem 12/19/2009
Secara umum didefinisikan, suatu proses menggunakan masukan untuk menghasilkan keluaran. Atau lebih tepat dikatakan, suatu proses merupakan satu kumpulan aktivitas terintegrasi yang memanfaatkan sumber-sumber daya untuk mentransformasikan masukan menjadi keluaran. Suatu sistem ada apabila seperangkat proses saling terhubung melalui hubungan masukan-keluaran. Proses-proses saling terhubung karena keluaran dari satu proses menjadi masukan bagi proses lainnya. Sebagai akibatnya, proses-proses terikat sedemikian rupa karena hubungan masukan-keluaran tersebut. Dan karena keluaran dari satu proses menjadi masukan bagi proses lainnya, masukan dan keluaran merupakan hal yang sama. Rs/MIN | ArchivesFebruary 2012 CategoriesAll |



RSS Feed